My Life

Libatkan Allah dalam setiap urusan

Sunday, January 10, 2021

Sumber Daya Alam

Rangkuman Materi Sumber Daya Alam
  1. Sumber daya alam adalah semua kekayaan alam berupa benda mati atau makhluk hidup yang berada di bumi. 
  2. Sumber daya alam di setiap daerah berbeda-beda karena kondisi daerahnya yang berbeda-beda pula. Ada yang berupa dataran tinggi ada pula yang dataran rendah.
  3. Sumber daya alam Dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang mudah diadakan kembali jika habis. Contohnya adalah hewan, tumbuhan air, udara, dan zat hara.
  4. Sumber daya alam Tidak dapat diperbaharui Sumber daya alam yang akan sulit diadakan kembali (membutuhkan waktu yang lama). Contoh bahan logam dan nonlogam.
  5. MANFAAT SUMBER DAYA ALAM YANG DAPAT DIPERBAHARUI Sumber daya alam yang dapat diperbaharui h sumber daya alam yang mudah diadakan kembali jika habis. Manfaat Bahan Sandang: Contoh: Serat kayu untuk dibuat kain Bahan Pangan : Contoh: Kedelai untuk dibuat kecap Peralatan Rumah Tangga : Contoh: Rotan untuk dibuat kursi Bahan Bangunan : Contoh: Pasir untuk dibuat batako 
  6. MANFAAT SUMBER DAYA ALAM YANG TIDAK DAPAT DIPERBAHARUI Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui akan sulit diadakan kembali (membutuhkan waktu yang lama) jika habis. Contoh bahan logam dan nonlogam. Berikut ini contoh manfaat sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dalam kehidupan sehari-hari. Bahan tambang logam Bahan tambang Nonlogam 1)Emas untuk perhiasan; 2)Aluminium untuk pembuatan alat-alat 1)Gipsum untuk bahan cat tembok; rumah tangga dan rangka pesawat terbang; 2)Intan untuk perhiasan
Semoga bermanfaat
Wallahu a'lam..

Sumber: slideshare, buku tematik tema cita-cita 4f


Monday, September 21, 2020

Katak dan Kodok

 


Assalamualaikum...

Tahukah kalian perbedaan kodok dengan katak? Mungkin kita cara mengetahui kalau ternyata katak dan kodok itu berbeda. Seperti yang kita ketahui biasanya kebanyakan orang menyebut kata dalam bahasa Jawa itu kodok. Jadi tanggapan orang yang selalu sama antara kodok dan katak. Padahal antara kodok dan katak itu sangat berbeda.

Yuk kita simak perbedaan kodok dan katak.

  1. Kodok tidak punya gigi sama sekali sedangkan kata punya gigi. baik kodok maupun kata langsung menelan makanan secara utuh gigi kata digunakan untuk mencengkeram mangsa bukan untuk mengunyah.
  2. Kulit katak cenderung halus dan lembab serta berlendir warnanya pun bervariasi mulai dari abu-abu kuning hijau hingga coklat, sedangkan kulit dari kodok kasar biasanya terdapat bintil-bintil dan cenderung kering. Kulit kodok biasanya berwarna coklat.
  3. Bentuk tubuh katak ramping, sedangkan tubuh kodok lebih pendek dan berisi.
  4. Tungkai kata cenderung kuat dan lebih panjang serta berselaput sedangkan tungkai kodok bagian belakang pendek.
  5. Cara bergerak katak biasanya melompat dan lompatannya lebih panjang dari tubuhnya, sedangkan kodok bergerak merangka namun sesekali kodok melompat dan lompatannya lebih pendek dari panjang tubuhnya.
  6. Bentuk telur kata bergerombol seperti anggur sedangkan bentuk telur kodok memanjang dan mirip rantai.
  7. Jika kata tidak beracun sedangkan kodok ada yang beracun. Kelenjar yang menonjol pada kodok di bagian leher dan pundak memancarkan racun ringan
  8. Tempat hidup katak di pohon, sungai, danau, rawa, dan sawah. sedangkan tempat hidup kodok di tepi sungai sekitar rumah dan kayu lapuk
  9. Beberapa katak aktif di siang hari sedangkan hampir semua kode aktif di malam hari.
  10. Bentuk mata katak berada di atas dan cenderung besar seperti bola mata akan keluar sedangkan kodok bentuk matanya agak ke samping dan tidak terlalu besar.


Hal menarik tentang kodok dan katak

hewan amfibi seperti katak dan kodok memiliki peran menjaga kestabilan ekosistem alam yaitu pengendali populasi serangga berbahaya di Indonesia, sehingga petani dapat mengurangi pemakaian pestisida pada tanaman untuk menghalau serangga dan hama.


Sumber: 

news.detik.com

Goodnewsfromindonesia.id

Akutahu.com


Wallahu a'lam

Tuesday, June 23, 2020

The Biggest Thanks: My Husband, My Superhero


"Ayo jalan-jalan pagi"
Ajakan berfaedah itu selalu kudengar darinya setiap pagi datang. 
Aku sangat tau jalan-jalan untuk ibu hamil sangat baik, membuat tubuh menjadi sehat, bugar, dan lebih fit untuk menjalani persalinan. Namun, terkadang aku malas,namun ia-lah yang selalu menyemangati, membuat kakiku terus berjalan meski aku kadang mengomel, mengeluh capek, ngambek, bahkan kadang marah, namun sekali lagi ia selalu sabar. Itulah ia, sosok superheroku, sosok yang selalu penyabar.
Terima kasih, untuk sosok penyabarku.

"Ayo, makan yang banyak, banyak sayur, vitaminnya diminum."
Dan lagi-lagi Suara kata- kata itu selalu kudengar 3x sehari darinya. Ia sangat begitu perhatian. Tak jarang ia membantuku masak, mencuci baju. Seakan-akan ia tak mau aku capek. Perhatiannya membuatku sangat begitu sangat terkesan.
Terimakasih, untuk sosok yang perhatian.

Di beberapa waktu yang kulewati bersamanya, tak jarang ia selalu membawa senyum dengan cara2 yang tak terduga. Bahkan ketika aku sdang marah, ia selalu membuat hal-hal konyol dan pada akhirnya kemarahanku mereda bersama senyumanku dan senyumannya saat itu. 
Terimaksih, untuk sosok yang humoris

Saat itu masih teringat jelas sekali, saat dimana aku melahirkan putri cantikku, Qorry. Sekali lagi ia begitu sangat menguatkanku. Ia menguatkanku lebih dari yang kutau dengan kata-kata yang khas dari mulutnya. Rasanya ia mengubah rasa sakitku saat itu menjadi kekuatan.
Terimakasih, untuk sosok yang menguatkanku.

Waktu berlalu, tepat 2 hari setelah melahirkan, aku dan anakku diperbolehkan untuk pulang, namun keadaanku dan gerakanku sangat terbatas, aku belum pulih sepenuhnya. Sekali lagi, ia sangat membantuku mengurus pekerjaan rumah. Ia begitu rajin. Sesekali aku tanya, "smean capek?" dan ia selalu bilang "ndak capek" atau aku ingat sekali saat itu ia bilang "aku capek lek smean sedih". Rasanya aku ingin membantunya. Namun, apadaya sekali lagi, aku belum pulih. Ingin rasanya aku kuat dn pulih seperti sediakala dengan sesegera mungkin dan secepat mungkin agar aku bisa membantunya mengurus pekerjaan rumah.
Terimkasih, untuk sosok yang selalu membantu.

Bahkan ketika aku kebingungan, sedih, menangis, ia selalu menenangkanku. Ia selalu bilang tidak apa2, meskipun aku tau, hal yang membuatlu menangis, sedih, dan bingung, itu bukan tidak apa2, tapi ketika ia bilang tidak apa2, rasanya aku begitu tenang. Banyak masalah2 yang membuatku kepikiran, dan ia selalu menenangkanku.
Terimakasih, untuk sosok yang selalu menenangkan.

Aku sangat berharap, Semoga aku juga bisa menjadi sosok yang penyabar, perhatian, sosok yang humoris, sosok yang menguatkan, selalu membantu dan selalu menenangkan baginya.

Terimakasih banyak dari Bundanya Qorry untuk Ayahnya Qorry yang telah membersamai sampai saat ini. Terimakasih banyak untuk segala hal yang telah dilakukan untukku. Terimakah. Terimaksih. Terimakasih my husband, superhero.

Allahu a'lam

Friday, December 20, 2019

Tentang PPG: Semuanya Tak Mudah (Bag.1)


Ingin semuanya biasa-biasa saja, berada di pertengahan, tak ingin naik ke atas. Karena di sini dalam prosesnya, angin begitu lebat sekali menggoyahkan ku. Sekuat tenaga lagi dan lagi terus saja ingin menumbangkan ku,dan pada akhirnya hari ini, detik ini muncul pemikiran, aku ingin menyerah. Benar- benar ingin menyerah, menyerah begitu saja.(TT):'(

Semua memanglah tak mudah.Menjalani semua kelelahan- kelelahan yang membuat badan, pikiran, bahkan hati merasa lelah lagi, lagi dan lagi. seterusnya seperti itu. Ada beban di sini yang begitu memberatkan ku dan beban ini tak mungkin ku bagi dengan orang-orang di sekitarku yang mungkin saja bisa meringankan, tapi entahlah aku tak mau.
Hari itu, aku masih ingat sekali aku pergi ke apotek dengan penuh perjuangan, saat itu sore pulang dari mengajar sekolah fullday, meskipun sore hari, namun matahari tetap menampakkan sinarnya hingga membuat keringatku terus saja bermunculan tanpa bisa kucegah. Aku sangat lelah sekali.Lalu, setelahnya aku masih harus naik angkot dua kali untuk bisa ke kampus. Saat itu, ada jadwal kuliahku, kuliah PPG. Kuliah yang sebenarnya tak kusangka-sangka bisa kulakukan tanpa biaya sepeserpun. Ya, itu program dari Kementrian Agama untuk meningkatkan kualitas guru Indonesia, aku sebenarnya sangat beruntung dan sangat bersyukur sekali dapat terjaring mengikuti program ini. 

Tapi saat itu adalah saat puncak ku lelah sekali mengikuti program ini. Aku mulai sering merasakan pusing, bahkan sampai muntah-muntah. Tubuhku terasa tak kuat lagi, rasanya rasa lemas selalu menghantuiku. Bahkan aku sempat menangis saat itu, meski itu di jalan. Namun, aku berusaha menghalau tangisanku agar tidak diketahui oleh orang disekitarku saat aku naik angkot. Aku mulai khawatir dengan diriku. Aku takut terjadi apa-apa denganku. 

Dari awal, kuliah daring, lewat online. Disela-sela jam kosong yang biasanya kugunakan untuk mengoreksi atau sekedar membuat latihan soal, tapi saat itu,  aku selalu memanfaatkan waktu itu untuk membaca modul online yang telah disiapkan dosen. Tak jarang aku sengaja mencetak modul itu agar bisa kubaca dan kutandai apa-apa yang penting dalam modul itu. Siang saat jam istirahat yang biasanya aku duduk santai atau sengaja membaringkan badan sejenak setelah dari pagi sampai siang mengajar, tapi sejak aku kuliah online, aku berusaha memanfaatkan waktuku untuk berdiskusi online dengan dosen atau teman-teman lalu sorenya saat pulang sekolah, aku mengerjakan tugas dari dosen entah membuat makalah, essay, atau menjawab beberapa pertanyaan dari dosen dan semuanya itu menuntut untuk mencari referensi, maka tak jarang pula aku banyak sekali mendownload jurnal-jurnal, artikel, bahkan buku online sekalipun. Kalau dipikir-pikir aku sangat lelah, sepertinya tak ada waktu untukku beristirahat. Bahkan malam setelah sholat Maghrib aku mengerjakan lanjutan tugas jika sore harinya tugasku belum selesai. Dan melanjutkan untuk mengerjakan tes harian/ tes formatif yang nantinya akan langsung ada nilainya. Semua itu, aku lakukan selama 3 bulan. Sungguh aku sangat lelah. Jika aku tak membaca modul, tak melakukan diskusi, tak mengerjakan tugas dari dosen, atau tak mengerjakan tes formatif tiap harinya aku tak tau berapa nilai ku, karena semuanya ada poin nilainya. Aku hanya takut mengecewakan suami dan orangtuaku yang mendukungku mengikuti program kuliah PPG ini jika aku tak serius mengikuti program ini. Hanya itu yang kutakutkan.

Setelah program tiga bulan daring, aku harus mengikuti perkuliahan di kampus , dari sore hari pulang sekolah sampai tengah malam pukul 11 malam. Mungkin semuanya heran, masak ada kuliah sampai jam 11 malam? Tapi ini, benar terjadi. Aku kuliah sampai jam 11 malam.

Paginya, rasanya pikiranku kacau. serasa ada migran, sakit kepala lagi yang begitu menyiksa, hingga aku tak bisa melakukan apapun. Bahkan hari ini hujan dan pakaian masih utuh terjemur di luar, aku tak bisa meraihnya untuk kutaruh dalam lemari. aku lemah. aku begitu pusing, aku hanya sendiri berbaring di tempat ini. Aku tau aku tak boleh seperti ini, namun ketika aku mencoba bangun dari tempat tidur , kepalaku mulai memberontak seakan memukuli dirinya sendiri, perutku mulai mengetuk lambungku dengan kuat agar isi lambung keluar, aku tak bisa mengendalikan kepala dan lambungku, itu diluar kuasaku.

Aku selalu minta pada hati untuk lebih tenang, stay cool. Namun, sepertinya hati merasa bingung harus bagaimana. 

Ada satu alasan yang membuatku tak boleh tumbang begitu saja. Alasan itu begitu kuat sekali. Aku benar-benar benar tak boleh menyerah.Tak boleh.

Wallahu a'lam...

Saturday, August 31, 2019

Mas, Sayang: Semuanya Butuh Waktu



Tak semudah berucap begitu saja tentang apa yang diinginkan lalu apa yang dipikirkan tentang kita?. Aku tau semuanya tak mudah, semua memang butuh waktu. Iya, waktu. Waktu.

Kadang berpikir lebih baik tak mengatakan apapun, lalu apa yang diinginkan langsung tersampaikan. Tapi, mungkinkah?
Cukup tau saja, itu tak mungkin.

Dari pagi hingga pagi sejak itu,terus menerus pertanyaan bermunculan, bisakah aku memanggilnya dengan panggilan yang benar-benar diinginkan? 
Namun, aku banyak kehilangan jawaban yang begitu diinginkan.
Nyatanya, hanya kata ustadz dan Bu yang ada dalam panggilan kita.

Aku bingung. Kadang kesungkanan itu begitu saja datang. Karena kesungkanan itu, kadang-kadang kejam. Sekejam pemikiran mawar tentang pemiliknya yang sengaja memetiknya.

Semuanya butuh waktu...
Dari pagi, hingga pagi lagi dan lagi..aku lupa tanggal pastinya, yang kuingat hari itu panas terus menyertai, airpun tak mau merasa dingin, ia begitu hangat karena Matari yang selalu menghangatkannya, aku tak tau, saat itu nyatanya ada yang tumbuh sedikit demi sedikit, aku merasa lebih dan lebih dekat denganmu, kudapati suara itu..
Sayang...
Aku berusaha mencari makna yang pasti , dan kutemui senyuman itu...
Suara itu, senyuman itu benar-benar tersampaikan sempurna.

Mas..
Panggilan itu..cukup menjadi jawaban atas semua jawaban yang diinginkan.
Semua memang butuh waktu, dan saat itulah waktunya..
Terimakasih untuk panggilan itu,
Terimakasih untuk membangunkan ku pagi ini dengan panggilan itu lagi
Terimakasih juga atas apa yang dilakukan setelah panggilan itu..😘💙💙

Wallahu a'lam..