My Life

Libatkan Allah dalam setiap urusan

Tuesday, July 5, 2016

Takbir Keliling Desa Randuagung, Singosari,Kab.Malang



Desa Randuagung adlah desa dimana tempat ku lahir dan umbuh besar seperti saat ini. Setiap tahun selalu ada Takbir Keliling. Tahun ini takbir keliling dilomba, Remaja Majid Nur Muhammad yang membuat lomba ini. Ada piala dan uang tunai yang akan dihadiahkan kepada peserta yang paling okk.
Ada sekitar sampai nomer urutan 10 peserta, yang ikut bebrapa TPQ dan beberapa RW atau RT di desa Randuagung. Semuanya sangat antusias dalam takbir. Suara takbir membuat hati merasa tenang dan air mata ini inginnya keluar saja.
                           banyak yang takbir menggunakn mobil


 
 Ada yang membuat unta :)

 Mereka terlihat sangat antusias


  Mereka sanagt kreatif :)



 Semoga warga Randuagung akan selalu kreatif, antusias , kompak dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Semoga doa-doa kita ketika Ramadhan semuanya diijabah oleh Allah. Aamiin.
Saya Evi Elvianti sekeluarga mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Taqobbal Allahu minna wa minkum, taqobbal ya Karim, Mohoin maaf lahir dan batin atas segala khilaf dan kesalahan2. Semoga kita masih diberi kesempatan oleh Allah untuk bertemu dengan Bulan Romadhan 1438 H ahundepan dan tahun-tahun berikutnya, Aamiin"
Allahua'lam

Sunday, July 3, 2016

Puisi: Semoga Bukan Kamu



Sekali lagi saya kagum dengan puisi karya dari Zarry Hendrik dengan musikalisasi puisi Panji Ramdana. Jika ingin melihat di youtube silahkan klik disini

Berikut saya akan menshare puisi tersebut
 



Ada rasa sedih saat melihatmu bahagia
Bukan karena aku tidak ingin kamu bahagia
Melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu 
Itu menyakitkan, seperti pukulan yang sebenarnya ingin buatku tersadar

Mungkin ini waktu untuk aku terpuruk
Supaya aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan
Sehingga doa dapat melahirkan semangat
Dan kemudian buatku bangkit

Namun ketahuilah sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu
Ini darahku mengalir membawa bayang-bayangmu mengelilingi tubuhku 
Dan jantungku berdenting demi kau menari-nari di pikiranku
Ada satu hal yang sampai hari ini masih membuat aku bangga menjadi aku
Itu karena aku mampu terima kamu apa adanya

Aku meminta ampun kepada Tuhan
Sebab aku pernah berharap kalau suatu saat
Ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu
Aku ingin tak pernah lagi menginjak bumi
Sebab hidup  jadi terasa bagaikan dinding yang dingin

Aku harus menjadi paku
Sebab kamu bagai lukisan dan cinta itu palunya
Memukul aku, memukul aku dan memukul aku sampai aku benar-benar menancap kuat.
Pada akhirnya, semoga, tidak kamu lagi yang aku lihat 
Sebagai satu-satunya cahaya di dalam pejamku sebelum pulas
Semoga tidak kamu lagi.....

Allahu a'lam

Cara Mudah Membuat Hostpost Wifi dari Laptop (Berbagi koneksi Internet dari PC ke Android) Tanpa Software

Kali ini saya akan menshare bagaimana caranya komputer yang terhubung dengan internet, tapi di hp android kita tidak ada kuoa inernet, dan kita ingin koneksi internet dari PC yang telah terhubung internet.
Cara ini dulu diperoleh dari pas waktu SMK yang pengennya koneksi internet gratis dari PC/Laptop teman. hehehe

Berikut caranya:  
1. Tekan window+X dan pilih "commond prompt (admin)

2. Ketiklah  netsh wlan set hostnetwork mode=allow ssid=evielvi key=evielvian , lalu tekan enter (ssid itu diketik nama yang diingkan, kebetulansaya pakai namaku, dan key itu kunci passwordnya suoaya hp android kita bisa connect)
3. Setelah itu ketik netsh wlan start hostednetwork lalu enter
4. Buka control paneldan pilih change adapte setting
5 akan muncul tampilan berikut, maka akan muncul Local Area Connection 2 dengan nama elvi, sesuai yang kita buat tadi. Ini menandakan bahwa kia sudah berhasil membuat hostpot. 


6. Sekarang kita perlu menshare koneksi internet dari PC, kebetulan saya pakai Cyrus dengan xl unlimeted jadi connekkan dulu, setelah itu pilih XL Unlimeted, karena saya pakai itu. Klik kanan dan pilih properties. maka akan muncul tampilan berikut. Pilih share dan centang yang allow... Sebelumnya yang home network connection pilih yang local area connection 2 sesuai yang kita buat tadi. lalu ok
7. Lalu coba hidupkan wifi hp androidnya dan cari ssid elvi pasi ada lalu connekkan. Selesai. internet bisa.

Selamat mencoba. Semoga sukses. Semoga bermanfaat. aamiin. 
Allahu a'lam

Friday, July 1, 2016

Jumlah Rakaat Sholat Tarawih (Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid.)

Manusia berbeda pendapat tentang batasan raka'atnya, pendapat yang mencocoki petunjuk Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah delapan raka'at tanpa witir berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu 'anha (yang artinya) : “ Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah shalat malam di bulan Ramadhan atau selainnya lebih dari sebelas raka'at" [Dikeluarkan oleh Bukhari 3/16 dan Muslim 736 Al-Hafidz berkata (Fath 4/54)]

Yang telah mencocoki Aisyah adalah Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, beliau menyebutkan, "Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menghidupkan malam Ramadhan bersama manusia delapan raka'at kemudian witir [Dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya 920, Thabrani dalam As-Shagir halaman 108 dan Ibnu Nasr (Qiyamul Lail) halaman 90, sanadnya hasan sebagaimana syahidnya.]

Ketika Umar bin Al-Khaththab menghidupkan sunnah ini beliau mengumpulkan manusia dengan sebelas raka'at sesuai dengan sunnah shahihah, sebagaimana yang diriwayatkan ole Malik 1/115 dengan sanad yang shahih dari jalan Muhammad bin Yusuf dari Saib bin Yazid, ia berkata : "Umar bin Al-Khaththab menyuruh Ubay bin Ka'ab dan Tamim Ad-Daari untuk mengimami manusia dengan sebelas raka'at". Ia berkata : "Ketika itu imam membaca dua ratus ayat hingga kami bersandar/bertelekan pada tongkat karena lamanya berdiri, kami tidak pulang kecuali ketika furu' fajar" [Furu' fajar : awalnya, permulaan].

Riwayat beliau ini diselisihi oleh Yazid bin Khashifah, beliau berkata : "Dua puluh raka'at".

Riwayat Yazid ini syadz (ganjil/menyelisihi yang lebih shahih), karena Muhammad bin Yusuf lebih tsiqah dari Yazid bin Khashifah. Riwayat Yazid tidak bisa dikatakan ziyadah tsiqah kalau kasusnya seperti ini, karena ziyadah tsiqah itu tidak ada perselisihan, tapi hanya sekedar tambahan ilmu saja dari riwayat tsiqah yang pertama sebagaimana (yang disebutkan) dalam Fathul Mughits (1/199), Muhashinul Istilah hal. 185, Al-Kifayah hal 424-425. Kalaulah seandainya riwayat Yazid tersebut shahih, itu adalah perbuatan, sedangkan riwayat Muhammad bin Yusuf adalah perkataan, dan perkataan lebih diutamakan dari perbuatan sebagaiman telah ditetapkan dalam ilmu ushul fiqh.

Abdur Razaq meriwayatkan dalam Al-Mushannaf 7730 dari Daud bin Qais dan lainnya dari Muhammad bin Yusuf dari Saib bin Yazid : "Bahwa Umar mengumpulkan manusia di bulan Ramadhan, dengan dua puluh satu raka'at, membaca dua ratus ayat, selesai ketika awal fajar"

Riwayat ini menyelisihi yang diriwayatkan oleh Malik dari Muhamad bin Yusuf dari Saib bin Yazid, dhahir sanad Abdur Razaq shahih seluruh rawinya tsiqah.

Sebagian orang-orang yang berhujjah dengan riwayat ini, mereka menyangka riwayat Muhammad bin Yusuf mudhtharib, hingga selamatlah pendapat mereka dua puluh raka'at yang terdapat dalam hadits Yazid bin Khashifah.

Sangkaan mereka ini tertolak, karena hadits mudhtarib adalah hadits yang diriwayatkan dari seorang rawi satu kali atau lebih, atau diriwayatkan oleh dua orang atau lebih dengan lafadz yang berbeda-beda, mirip dan sama, tapi tidak ada yang bisa menguatkan (mana yang lebih kuat). [Tadribur Rawi 1/262]

Namun syarat seperti ini tidak terdapat dalam hadits Muhammad bin Yusuf karena riwayat Malik lebih kuat dari riwayat Abdur Razaq dari segi hafalan. Kami ketengahkan hal ini kalau kita anggap sanad Abdur Razaq selamat dari illat (cacat), akan tetapi kenyataannya tidak demikian (karena hadits tersebut mempunyai cacat, pent) kita jelaskan sebagai berikut :
1. Yang meriwayatkan Mushannaf dari Abdur Razaq lebih dari seorang, diantaranya adalah Ishaq bin Ibrahim bin Ubbad Ad-Dabari.
2. Hadits ini dari riwayat Ad-Dabari dari Abdur Razaq, dia pula yang meriwayatkan Kitabus Shaum [Al-Mushannaf 4/153]
3. Ad-Dabari mendengar dari Abdur Razaq karangan-karangannya ketika berumur tujuh tahun [Mizanul I'tidal 1/181]
4. Ad-Dabari bukan perawi hadits yang dianggap shahih haditsnya, juga bukan seorang yang membidangi ilmu ini [Mizanul I'tidal 1/181]
5. Oleh karena itu dia banyak keliru dalam meriwayatkan dari Abdur Razaq, dia banyak meriwayatkan dari Abdur Razaq hadits-hadits yang mungkar, sebagian ahlul ilmi telah mengumpulkan kesalahan-kesalahan Ad-Dabari dan tashif-tashifnya dalam Mushannaf Abdur Razaq, dalam Mushannaf [Mizanul I'tidal 1/181]

Dari keterangan di atas maka jelaslah bahwa riwayat ini mungkar, Ad-Dabari dalam meriwayatkan hadits diselisihi oleh orang yang lebih tsiqah darinya, yang menentramkan hadits ini kalau kita nyatakan kalau hadits inipun termasuk tashifnya Ad-Dabari, dia mentashifkan dari sebelas raka'at (menggantinya menjadi dua puluh satu rakaat), dan engkau telah mengetahui bahwa dia banyak berbuat tashif [Lihat Tahdzibut Tahdzib 6310 dan Mizanul I'tidal 1/181]

Oleh karena itu riwayat ini mungkar dan mushahaf (hasil tashif), sehingga tidak bisa dijadikan hujjah, dan menjadi tetaplah sunnah yang shahih yang diriwayatkan di dalam Al-Muwatha' 1/115 dengan sanad Shahih dari Muhammad bin Yusuf dari Saib bin Yazid. Perhatikanlah.[1]

Footnote:
[1]Dan tambahan terperinci mengenai bantahan dari Syubhat ini, maka lihatlah
a. Al-Kasyfus Sharih 'an Aghlathis Shabuni fii Shalatit Tarawih oleh Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid
b. Al-Mashabih fii Shalatit Tarawih oleh Imam Suyuthi, dengan ta'liq Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, cetakan Dar 'Ammar

Judul Asli : Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. Ke 5 th 1416 H. Edisi Indonesia Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka Al-Mubarok (PMR), penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H

Semoga bermanfaat.
Allahua'lam

Thursday, June 30, 2016

Berkunjung ke Taman Kendedes



 Rencananya mau nukerin uang di Karanglo Giant, tapi gagal akhirnya mampir ke Taman Kendedes.
Taman Kendedes Malang ini terletak tepat setelah batas antara Kabupaten Malang dengan Kota Malang, tepatnya di depan dari Perumahan River Side. Jika kita ada di perumahan RiverSide, kia tinggal menyeberang jalan saja. Sampai deh di Taman Kendedes. Tepatnya di alamat: Jl. Jend. Ahmad Yani Utara No.4, Balearjosari, Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia. Hehe lengkap.


            Di Taman Kendedes ini tidak ada parkiran motor seperti di taman lainnya di kota, oleh karena itu, pas aku kesana tamannya terlihat sepi padahal taman ini terletak di depan jalan besar antara Surabaya-Malang. Tapi gak nyesel kalau kesana. Disana banyak pemandangan yang ak kalah indah dengan taman lainnya.


taman kendedes
 
Di sana banyak sekali spot-spot yang bisa dibuat foto-foto. Sangat menarik. Tapi dusana ndak ada tempat duduknya. Ada patung Kendedes yang dikelilingi oleh 7 topeng, ini menunjukkan  bahwa kota Malng itu kota Budaya. Paung kendedes dan 7 topeng itu sangat membuat orang tertarik.
Di belakang saya itu ada patung Kendedes dan 7 topeng tapi yang terliha hanya 3, hehehe
 
aku dan adekku
 
Di depannya monumen UKS

Ada juga patung seseorang yang membawa senjata di depannya iu adekku

Ada kayak hutannya juga

Semoga bermanfaat bagi semuanya. Aamiin.
Allahua'lam