|
وَجَمِّعِ الْفَهْـمِ مَعَ
الْخَطِّ فَقَـدْ
|
14
|
تَحَصَّـلَ الْعِلْمُ بِهَذَيْنِ فَقَـطْ
|
|
Himpunlah kepahamanmu dengan
tulisan, niscaya engkau akan berhasil memperoleh ilmu dengan berbekal dua hal
ini
|
||
|
وَطَـوِّلِ الصَّبْرَ وَ زِدْ إِضْرَارَ
مَا
|
15
|
فَهْـوَ سَبِيْلُ مَنْ لِشَيْئٍ رَامَـا
|
|
Hendaklah engkau senantiasa
bersikap sabar dan terus menerus melakukan tirakat demi memperoleh ilmu.
Sikap yang demikian ini merupakan kebisaaan orang yang sudah mempunyai tujuan
pasti
|
||
|
وَبَاعِـدِ الْغَـدْرَ وَدَارُ
الْقَـالِ
|
16
|
وَسُـدَّ بَابَ كَثْـرَةِ الْمَقَـالِ
|
|
Jauhilah segala hal yang
menimbulkan aib bagimu dan jauhilah tempat tempat mengobrol. Hendaklah engkau
menutup segala kemungkinan yang membuat engkau banyak mengobrol
|
||
|
وَارْغَبْ عَنِ اللِّعَابِ وَ
الْمَلاَهِي
|
17
|
فَالْعِلْمُ لاَ يَحْصُلُ بِقَلْبِ اللاَّهِى
|
|
Hendaklah engkau membenci bermain
main dan melakukan tindakan yang melalaikan, karena ilmu tidak akan masuk ke
dalam hati yang lalai
|
||
|
وَ اقْنَـعْ بِمَلْبُوْسٍ وَ أَدْنَى
قُوْتِ
|
18
|
وَافْـرَغْ لِجَمْعِ الدُّرِّ وَ
الْيَاقُوْتِ
|
|
Hendaklah engkau bersikap qona’ah
(menerima apa adanya) dengan pakaian maupun makanan yang sederhana.
Kosongkanlah hatimu demi menghimpun ilmu yang diibaratkan dengan intan dan
yaquut.
|
||
|
وَ وَادِعِ الْأَوْطَـانَ
وَالْأَحْبَـابَا
|
19
|
وَدُرْ كَمَا الْفَقِيْـرُ بَابًـا
بَابـًا
|
|
Tinggalkanlah tanah kelahiranmu
dan para kekasihmu. Kemudian hendaklah engkau menimba ilmu laksana orang
fakir yang meminta minta dari satu pintu ke pintu yang lain
|
||
|
وَ عَطِّـلِ الْبُسْتَانَ وَ
الدُّكَّـانَا
|
20
|
وَخَـلِّ كُـلَّ كَائِنٍ مَا كَانَـا
|
|
Tinggalkanlah kebunmu, tokomu dan
segala hal yang bersangkut paut dengan semua itu (hal hal keduniaan)
|
||
|
وَاعْتَزِلِ النَّفْسَ عَنِ الْمَصَـالِحِ
|
21
|
فَالشُّغْـلُ لِلطَّالِبِ
غَيْرُ صَالِحِ
|
|
Bebaskanlah dirimu dari segala hal
yang mengganggumu dalam mencari ilmu, karena sibuk dengan sesuatu yang kurang
berguna adalah tindakan yang kurang baik bagi seorang pelajar
|
||
Saturday, December 26, 2015
14-21 Ngaji Hari Ini ((المطلب , للمنتخب ابن الموفق))
Labels:
Lebih dalam tentang Islam
Friday, December 25, 2015
Mengingat 'Motherboard'
Sedikit posting mengenai ini. Pelajaran SMK dulu. Motherboard itu bisa dibilang induknya komputer, peranannya sangat penting. Berikut paparan singkat motherboard dan bagian-bagiannya:
•
MotherBoard
–
MotherBoard
adalah tempat untuk menggabungkan seluruh komponen PC mulai dari processor, memori, sound card,
I/O, dsb
•
Socket Processor
–
Socket
Processor berfungsi untuk menacapkan processor ke motherboard
•
Chipset
–
Chipset
digunakan untuk mengontrol Mother Board secara keseluruhan
•
Slot RAM
–
Slot
RAM digunakan untuk menacapkan memori/RAM
•
BIOS
–
BIOS
Berfungsi untuk menginisialisis dan mengkonfigurasi periperal utama dlm proses
input/output
•
Slot Expansi
–
Slot
Expansi adalah tempat untuk menempatkan peralatan tambahan yg berfungsi sebagai sarana
komonikasi I/O dng moterboard
•
IDE port , FDD port
–
IDEPort,FDDPort
untuk
pemasangan HardDisk, FloppyDisk, DVD
Roms
•
Serial Port dan Paralel Port
SerialPort/PararelPort
untuk
memasangkan printer dan scanner
•
Cache Memory
Cache Memory adalah memory yg memiliki kecepatan akses yg tinggi bentuknya bisa DIP ataupun berupa chip
Berikut ini beberapa gambar motherboard
Allahu a'lam
Labels:
TIK
Tuesday, December 22, 2015
Yakinlah Ada Kebermaknaan Ketika Memilih Profesi ini
Lulus dengan gelar sarjana
pendidikan dan berkecimpung di dunia pendidikan sangat membutuhkan semangat dan
keikhlasan yang super maksimal. Jika teman jurusan lain bekerja dikantoran
dengan AC dan gaji yang cukup memadahi. Aku malah memilih jalan ini, mengabdi
di sekolah. Rasa kekurangan, gaji yang minim, keteguhan untuk berhemat,
keinginan membeli makanan yang disukai tapi tak dapat dibeli, dan seterusnya.
Dua
tahun lalu, masih saya ingat dengan jelas, bahkan sangat terngiang di telinga
saya tenang gaji seorang guru. Tapi tak saya sangka seminim ini. Saya
benar-benar merasakannya. Rasa tidak dihargai apa yang saya lakukan, apa yang
saya kerjakan, dan apa yang saya bagikan kepada mereka (muridku tercinta), terus
ada dalam hati yang terdalam.
Pada
akhirnya ada seseorang yang datang dan berkata, “Jika kamu merasa apa yang
kamu dapakan tak sebanding dengan apa yang kamu lakukan, percayalah Allah akan
membalas semuanya dengan kebaikan”
Kata itu menjadi motivasi tersendiri
dalam hati. Hati dan pikiran mencoba untuk mengikhlaskan.
Pada
hari-hari berikutnya, seseorang itu juga berkata, “Carilah rezeki diluar
dari mengajar dan mendidik”
Dari hal itu, membuatku mengerti
bahwa initinya kita harus mencari pekerjaan atau hal lain diluar sekolah.
“Memilih untuk menjadi guru tidak
menjadikan saya kaya (kata2 dari seseorang). Tapi dengan profesi ini semua akan
bermakna.”
Karena berbagi ilmu adalah pekerjaan
yang mulia, saya akan berusaha tetap dalam jalur saya ini. Rasa yakin akan
datang kebaikan dengan saling berbagi ilmu Insya Allah akan tetap terjaga
disini, dalam hati. Amiin. :)
saat mereka beristirahat, bermain
saat mereka ujian semester ganjil
saat mereka latihan untuk pementasan pengambilan rapot
Semoga akan selalu terjaga niat baik ini.
Allahu a’lam
Labels:
motivasiku
,
My Story
,
pendidikan
Wednesday, September 30, 2015
Anjuran Menikah (مِفْتَاحُ الْفَلاَحِ)
1. Ibnu Mas’ud RA berkata:
Rasulullah SAW bersabda: “Wahai para pemuda !, barang siapa di antara kalian
sudah mampu menikah, maka menikahlah. Karena hal itu bisa menundukkan pandangan
dan menjaga kemaluan. Barang siapa yang belum mampu (menikah), maka hendaklah
dia berpuasa, karena puasa itu akan menjadi perisai baginya”. (HR. Bukhari,
Muslim, Abu daud, An-Nasaa’i, Ibnu Majah, Ahmad dan At-Tirmidzi).
2. Anas bin Malik RA meriwayatan
bahwasanya sekelompok Shahabat Rasulullah SAW, sebagian mereka berkata: Saya
tidak akan menikah. Sebagian berkata: Saya akan shalat dan tidak akan tidur.
Sebagian berkata: Saya akan berpuasa dan tidak akan pernah berbuka. Kemudian
berita itu sampai kepada Nabi SAW, dan beliau bersabda: Apa yang terjadi dengan
orang-orang yang berkata: ini dan itu. Bahkan aku ini berpuasa dan juga
berbuka; saya mengerjakan shalat dan juga tidur; dan saya menikah dengan para
wanita. Barang siapa membenci sunnahku, maka dia bukan golonganku. (HR.
Muttafaq 'Alaih)
3. Qatadah meriwayatkan dari
Hasan dari Samurah bin Jundub RA bahwa Rasulullah SAW melarang beribadah yang
berlebih-lebihan. (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
4. Abdullah ibnu Umar RA berkata:
Rasulullah SAW bersabda: Berhajilah kalian, niscaya kalian akan menjadi kaya; bepergianlah
(rekreasilah) kalian, niscaya kalian akan sehat; menikahlah kalian, niscaya
(jumlah) kalian akan menjadi banyak; sesungguhnya aku akan membangga-banggakan
kalian dengan umat-umat yang lain. (HR. Ad-Dailumy dalam Musnad Al-Firdaus)
5. Abu Umamah RA meriwayatkan
bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Menikahlah kalian, karena sesungguhnya aku akan
(berlomba) banyak-banyakan umat; dan janganlah kalian menjadi seperti para
pastor kristen (yang tidak menikah). (HR. Al-Baihaqy)
6. Ummul Mukminiin, 'Aisyah RA meriwayatkan
bahwasanya Nabi SAW bersabda: Pernikahan adalah sunnahku. Barang siapa tidak
menjalankan sunnahku, maka dia bukan golonganku. Menikahlah kalian,
sesungguhnya aku akan (berlomba) banyak-banyakan umat. Barang siapa sudah
mempunyai kemampuan, maka hendaklah dia menikah. Barang siapa masih belum
mampu, maka hendaklah dia berpuasa, sesungguhnya puasa akan menjadi perisai
baginya. (HR. Ibnu Majah)
Labels:
Lebih dalam tentang Islam
Tuesday, September 29, 2015
ahli ibadah (tapi tidak berilmu) vs ahli ilmu (أَدَابُ الْعَالِمِ وَالْمُتَعَلِّمِ)
Pada
suatu ketika, Rasulullah SAW ditanya tentang derajat dua orang, orang pertama
merupakan ahli ibadah (tapi tidak berilmu) sedangkan orang kedua merupakan ahli
ilmu. Kemudian Rasulullah SAW bersabda dalam beberapa Hadits di bawah ini (yang
artinya) :
. “Keutamaan orang
berilmu terhadap orang yang ahli ibadah (yang tidak berilmu) seperti halnya
keutamaanku terhadap orang-orang yang paling rendah di antara kalian”.
. Barang siapa
berjalan pada suatu jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah SWT akan
menjalankan dia pada suatu jalan dari sebagian jalan-jalan menuju surga.
. Mencari ilmu
adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun wanita. Dan orang yang
menuntut ilmu akan dimintakan ampunan oleh segala sesuatu, bahkan ikan hiu di
laut.
. Barang siapa
pergi untuk menuntut ilmu, niscaya para malaikat akan mendo’akannya dan
memintakan keberkahan dalam kehidupan orang tersebut.
. Barang siapa
pergi ke masjid semata-mata untuk mempelajari suatu kebaikan atau mengajarkan
suatu kebaikan, maka dia akan memperoleh pahala layaknya pahala haji yang
sempurna
. Orang yang
berilmu dan orang yang pelajar itu seperti jari-jemari ini – Rasulullah SAW
menghimpun antara jari telunjuk dengan jari di sampingnya – dalam hal
memperoleh pahala yang sama, dan tidak ada kebaikan (yang lebih utama) pada
manusia lain di luar mereka berdua
. “Jadilah engkau sebagai orang alim, orang yang belajar, orang yang
mendengar, atau orang yang menggemari mereka, dan janganlah engkau menjadi
orang kelima (orang yang tidak mau melakukan 4 hal di atas), karena engkau akan
rusak”
. Pelajarilah ilmu dan ajarkanlah kepada para manusia
. Jika kalian semua melihat pertaman surga, maka datangilah!. Kemudian Nabi SAW ditanya: ”Wahai Rasulullah. Apa
yang dimaksud dengan pertamanan surga?”. Beliau menjawab: Yaitu majlis dzikir.
Syaikh
‘Atho’ berpendapat bahwa yang dimaksud di sini adalah majlis-majlis yang
membahas tentang hukum halal-haram, bagaimana tata cara jual-beli, sholat,
zakat, haji, menikah, bercerai, dsb.
. Pelajarilah ilmu
dan amalkanlah ilmu itu
. Pelajarilah ilmu
dan jadilah seorang ahli ilmu
. Pada hari qiyamat akan ditimbang (pada timbangan amal); tinta para ulama’
dan darah para syuhada’
. “Tidak ada yang lebih utama ketika menyembah Allah, melebihi penyembahan
yang disertai pemahaman agama. Seorang
ahli ilmu agama lebih berat godaannya bagi syaitan dari pada 1000 ahli ibadah
(yang tidak berilmu)”
. Ada tiga orang yang bisa memberi syafa’at pada hari qiyamat: para nabi,
para ulama’ dan para syuhada’
. Diriwayatkan bahwa pada hari qiyamat para ulama’ akan berada di
mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya
. Al-Qadhi Husain juga menukil sebuah Hadits bahwa telah diriwayatkan dari Nabi
Muhammad SAW bahwasanya beliau pernah bersabda (yang artinya): barang siapa
menyukai ilmu dan ulama’, maka segala kesalahannya tidak akan dicatat sepanjang
kehidupannya
. Al-Qadhi Husain juga menukil suatu Hadits bahwa telah diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW
pernah bersabda (yang artinya): barang siapa sholat (makmum) di belakang orang
alim, maka seakan-akan dia telah sholat (makmum) di belakang nabi, dan barang
siapa sholat di belakang nabi, maka sungguh dia telah diampuni
Labels:
Lebih dalam tentang Islam
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)









