My Life

Libatkan Allah dalam setiap urusan

Saturday, December 26, 2015

14-21 Ngaji Hari Ini ((المطلب , للمنتخب ابن الموفق))


وَجَمِّعِ الْفَهْـمِ مَعَ الْخَطِّ  فَقَـدْ
14
تَحَصَّـلَ الْعِلْمُ  بِهَذَيْنِ فَقَـطْ
Himpunlah kepahamanmu dengan tulisan, niscaya engkau akan berhasil memperoleh ilmu dengan berbekal dua hal ini
 
وَطَـوِّلِ الصَّبْرَ وَ زِدْ إِضْرَارَ مَا
15
فَهْـوَ سَبِيْلُ  مَنْ لِشَيْئٍ رَامَـا
Hendaklah engkau senantiasa bersikap sabar dan terus menerus melakukan tirakat demi memperoleh ilmu. Sikap yang demikian ini merupakan kebisaaan orang yang sudah mempunyai tujuan pasti 
 
وَبَاعِـدِ الْغَـدْرَ وَدَارُ الْقَـالِ
16
وَسُـدَّ بَابَ كَثْـرَةِ الْمَقَـالِ
Jauhilah segala hal yang menimbulkan aib bagimu dan jauhilah tempat tempat mengobrol. Hendaklah engkau menutup segala kemungkinan yang membuat engkau banyak mengobrol
 
وَارْغَبْ عَنِ اللِّعَابِ وَ الْمَلاَهِي
17
فَالْعِلْمُ لاَ يَحْصُلُ  بِقَلْبِ اللاَّهِى
Hendaklah engkau membenci bermain main dan melakukan tindakan yang melalaikan, karena ilmu tidak akan masuk ke dalam hati yang lalai
 
وَ اقْنَـعْ بِمَلْبُوْسٍ وَ أَدْنَى قُوْتِ
18
وَافْـرَغْ لِجَمْعِ الدُّرِّ وَ الْيَاقُوْتِ
Hendaklah engkau bersikap qona’ah (menerima apa adanya) dengan pakaian maupun makanan yang sederhana. Kosongkanlah hatimu demi menghimpun ilmu yang diibaratkan dengan intan dan yaquut.
 
وَ وَادِعِ الْأَوْطَـانَ وَالْأَحْبَـابَا
19
وَدُرْ كَمَا الْفَقِيْـرُ بَابًـا بَابـًا
Tinggalkanlah tanah kelahiranmu dan para kekasihmu. Kemudian hendaklah engkau menimba ilmu laksana orang fakir yang meminta minta dari satu pintu ke pintu yang lain
 
وَ عَطِّـلِ الْبُسْتَانَ وَ الدُّكَّـانَا
20
وَخَـلِّ كُـلَّ كَائِنٍ مَا كَانَـا
Tinggalkanlah kebunmu, tokomu dan segala hal yang bersangkut paut dengan semua itu (hal hal keduniaan)
 
وَاعْتَزِلِ النَّفْسَ عَنِ الْمَصَـالِحِ
21
فَالشُّغْـلُ  لِلطَّالِبِ  غَيْرُ صَالِحِ
Bebaskanlah dirimu dari segala hal yang mengganggumu dalam mencari ilmu, karena sibuk dengan sesuatu yang kurang berguna adalah tindakan yang kurang baik bagi seorang pelajar
 

Friday, December 25, 2015

Mengingat 'Motherboard'

Sedikit posting mengenai ini. Pelajaran SMK dulu. Motherboard itu bisa dibilang induknya komputer, peranannya sangat penting. Berikut paparan singkat motherboard dan bagian-bagiannya:


•      MotherBoard

–     MotherBoard adalah tempat untuk menggabungkan seluruh komponen PC  mulai dari processor, memori, sound card, I/O, dsb

•      Socket Processor

–     Socket Processor berfungsi untuk menacapkan processor ke motherboard

•      Chipset

–     Chipset digunakan untuk mengontrol Mother Board secara keseluruhan

•      Slot RAM

–     Slot RAM digunakan untuk menacapkan memori/RAM

•      BIOS

–     BIOS Berfungsi untuk menginisialisis dan mengkonfigurasi periperal utama dlm proses input/output

•      Slot Expansi

–     Slot Expansi adalah tempat untuk menempatkan peralatan tambahan yg berfungsi sebagai sarana komonikasi I/O dng moterboard

•      IDE port , FDD port

–     IDEPort,FDDPort untuk pemasangan HardDisk, FloppyDisk, DVD Roms

•      Serial Port dan Paralel Port

     SerialPort/PararelPort untuk memasangkan printer dan scanner

•      Cache Memory
             Cache Memory adalah memory yg memiliki kecepatan akses yg tinggi bentuknya bisa DIP    ataupun berupa chip

Berikut ini beberapa gambar motherboard 

 
Allahu a'lam  

Tuesday, December 22, 2015

Yakinlah Ada Kebermaknaan Ketika Memilih Profesi ini


            Lulus dengan gelar sarjana pendidikan dan berkecimpung di dunia pendidikan sangat membutuhkan semangat dan keikhlasan yang super maksimal. Jika teman jurusan lain bekerja dikantoran dengan AC dan gaji yang cukup memadahi. Aku malah memilih jalan ini, mengabdi di sekolah. Rasa kekurangan, gaji yang minim, keteguhan untuk berhemat, keinginan membeli makanan yang disukai tapi tak dapat dibeli, dan seterusnya.  

            Dua tahun lalu, masih saya ingat dengan jelas, bahkan sangat terngiang di telinga saya tenang gaji seorang guru. Tapi tak saya sangka seminim ini. Saya benar-benar merasakannya. Rasa tidak dihargai apa yang saya lakukan, apa yang saya kerjakan, dan apa yang saya bagikan kepada mereka (muridku tercinta), terus ada dalam hati yang terdalam. 

            Pada akhirnya ada seseorang yang datang dan berkata, “Jika kamu merasa apa yang kamu dapakan tak sebanding dengan apa yang kamu lakukan, percayalah Allah akan membalas semuanya dengan kebaikan”

Kata itu menjadi motivasi tersendiri dalam hati. Hati dan pikiran mencoba untuk mengikhlaskan.

            Pada hari-hari berikutnya, seseorang itu juga berkata, “Carilah rezeki diluar dari mengajar dan mendidik”

Dari hal itu, membuatku mengerti bahwa initinya kita harus mencari pekerjaan atau hal lain diluar sekolah.

“Memilih untuk menjadi guru tidak menjadikan saya kaya (kata2 dari seseorang). Tapi dengan profesi ini semua akan bermakna.”

Karena berbagi ilmu adalah pekerjaan yang mulia, saya akan berusaha tetap dalam jalur saya ini. Rasa yakin akan datang kebaikan dengan saling berbagi ilmu Insya Allah akan tetap terjaga disini, dalam hati. Amiin. :)
 
 

saat mereka beristirahat, bermain

saat mereka ujian semester ganjil

saat mereka latihan untuk pementasan pengambilan rapot
 
Semoga akan selalu terjaga niat baik ini.

 
Allahu a’lam

Wednesday, September 30, 2015

Anjuran Menikah (مِفْتَاحُ الْفَلاَحِ)


1.    Ibnu Mas’ud RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Wahai para pemuda !, barang siapa di antara kalian sudah mampu menikah, maka menikahlah. Karena hal itu bisa menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barang siapa yang belum mampu (menikah), maka hendaklah dia berpuasa, karena puasa itu akan menjadi perisai baginya”. (HR. Bukhari, Muslim, Abu daud, An-Nasaa’i, Ibnu Majah, Ahmad dan At-Tirmidzi).

2.    Anas bin Malik RA meriwayatan bahwasanya sekelompok Shahabat Rasulullah SAW, sebagian mereka berkata: Saya tidak akan menikah. Sebagian berkata: Saya akan shalat dan tidak akan tidur. Sebagian berkata: Saya akan berpuasa dan tidak akan pernah berbuka. Kemudian berita itu sampai kepada Nabi SAW, dan beliau bersabda: Apa yang terjadi dengan orang-orang yang berkata: ini dan itu. Bahkan aku ini berpuasa dan juga berbuka; saya mengerjakan shalat dan juga tidur; dan saya menikah dengan para wanita. Barang siapa membenci sunnahku, maka dia bukan golonganku. (HR. Muttafaq 'Alaih)

3.    Qatadah meriwayatkan dari Hasan dari Samurah bin Jundub RA bahwa Rasulullah SAW melarang beribadah yang berlebih-lebihan. (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

4.    Abdullah ibnu Umar RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: Berhajilah kalian, niscaya kalian akan menjadi kaya; bepergianlah (rekreasilah) kalian, niscaya kalian akan sehat; menikahlah kalian, niscaya (jumlah) kalian akan menjadi banyak; sesungguhnya aku akan membangga-banggakan kalian dengan umat-umat yang lain. (HR. Ad-Dailumy dalam Musnad Al-Firdaus)

5.    Abu Umamah RA meriwayatkan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Menikahlah kalian, karena sesungguhnya aku akan (berlomba) banyak-banyakan umat; dan janganlah kalian menjadi seperti para pastor kristen (yang tidak menikah). (HR. Al-Baihaqy)

6.    Ummul Mukminiin, 'Aisyah RA meriwayatkan bahwasanya Nabi SAW bersabda: Pernikahan adalah sunnahku. Barang siapa tidak menjalankan sunnahku, maka dia bukan golonganku. Menikahlah kalian, sesungguhnya aku akan (berlomba) banyak-banyakan umat. Barang siapa sudah mempunyai kemampuan, maka hendaklah dia menikah. Barang siapa masih belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, sesungguhnya puasa akan menjadi perisai baginya. (HR. Ibnu Majah)

Tuesday, September 29, 2015

ahli ibadah (tapi tidak berilmu) vs ahli ilmu (أَدَابُ الْعَالِمِ وَالْمُتَعَلِّمِ)


Pada suatu ketika, Rasulullah SAW ditanya tentang derajat dua orang, orang pertama merupakan ahli ibadah (tapi tidak berilmu) sedangkan orang kedua merupakan ahli ilmu. Kemudian Rasulullah SAW bersabda dalam beberapa Hadits di bawah ini (yang artinya) :

.  “Keutamaan orang berilmu terhadap orang yang ahli ibadah (yang tidak berilmu) seperti halnya keutamaanku terhadap orang-orang yang paling rendah di antara kalian”.

.  Barang siapa berjalan pada suatu jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah SWT akan menjalankan dia pada suatu jalan dari sebagian jalan-jalan menuju surga.

.  Mencari ilmu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun wanita. Dan orang yang menuntut ilmu akan dimintakan ampunan oleh segala sesuatu, bahkan ikan hiu di laut.

.  Barang siapa pergi untuk menuntut ilmu, niscaya para malaikat akan mendo’akannya dan memintakan keberkahan dalam kehidupan orang tersebut.

.  Barang siapa pergi ke masjid semata-mata untuk mempelajari suatu kebaikan atau mengajarkan suatu kebaikan, maka dia akan memperoleh pahala layaknya pahala haji yang sempurna

.  Orang yang berilmu dan orang yang pelajar itu seperti jari-jemari ini – Rasulullah SAW menghimpun antara jari telunjuk dengan jari di sampingnya – dalam hal memperoleh pahala yang sama, dan tidak ada kebaikan (yang lebih utama) pada manusia lain di luar mereka berdua  

.  “Jadilah engkau sebagai orang alim, orang yang belajar, orang yang mendengar, atau orang yang menggemari mereka, dan janganlah engkau menjadi orang kelima (orang yang tidak mau melakukan 4 hal di atas), karena engkau akan rusak”

.  Pelajarilah ilmu dan ajarkanlah kepada para manusia

.  Jika kalian semua melihat pertaman surga, maka datangilah!. Kemudian Nabi SAW ditanya: ”Wahai Rasulullah. Apa yang dimaksud dengan pertamanan surga?”. Beliau menjawab: Yaitu majlis dzikir.

Syaikh ‘Atho’ berpendapat bahwa yang dimaksud di sini adalah majlis-majlis yang membahas tentang hukum halal-haram, bagaimana tata cara jual-beli, sholat, zakat, haji, menikah, bercerai, dsb.  

.  Pelajarilah ilmu dan amalkanlah ilmu itu

.  Pelajarilah ilmu dan jadilah seorang ahli ilmu

.  Pada hari qiyamat akan ditimbang (pada timbangan amal); tinta para ulama’ dan darah para syuhada’

.  “Tidak ada yang lebih utama ketika menyembah Allah, melebihi penyembahan yang disertai pemahaman agama. Seorang ahli ilmu agama lebih berat godaannya bagi syaitan dari pada 1000 ahli ibadah (yang tidak berilmu)”

.  Ada tiga orang yang bisa memberi syafa’at pada hari qiyamat: para nabi, para ulama’ dan para syuhada’

.  Diriwayatkan bahwa pada hari qiyamat para ulama’ akan berada di mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya

.  Al-Qadhi Husain juga menukil sebuah Hadits bahwa telah diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW bahwasanya beliau pernah bersabda (yang artinya): barang siapa menyukai ilmu dan ulama’, maka segala kesalahannya tidak akan dicatat sepanjang kehidupannya

.  Al-Qadhi Husain juga menukil suatu Hadits bahwa telah diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda (yang artinya): barang siapa sholat (makmum) di belakang orang alim, maka seakan-akan dia telah sholat (makmum) di belakang nabi, dan barang siapa sholat di belakang nabi, maka sungguh dia telah diampuni