My Life

Libatkan Allah dalam setiap urusan

Sunday, December 21, 2014

Laporan RTL

Mungkin ada yang bingung bagaimana menyusun RTL setelah mengikuti KMD. Sebenarnya laporan RTL itu hasil kita dari melakukan pembelajaran di sekolah-sekolah, bisa di bilang seperti PKL sih..

Berikut contoh dari RTL yang sudah saya buat, semoga menjadi referensi buat kalian yang menyusun RTL. yang terdiri dari 3 bab. dan di lampirannya terdiri dari program kita ketika latihan , absensi, dll.



BAB I

PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang

Gerakan Pramuka adalah Gerakan (lembaga) Pendidikan yang komplementer (melengkapkan pendidikan yang didapat oleh anak/remaja/pemuda di rumah, keluarga, dan di sekolahnya) pada segmen yang belum ditangani oleh lembaga pendidik yang lain dan pelaksanaannya menggunakan Tujuan Gerakan Pramuka adalah mendidik dan membina kaum muda Indonesia guna mengembangkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.[1] Sedangkan tugas pokok dari Gerakan Pramuka ialah meyelenggarakan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa[2]. Pendidikan kepramukaan adalah proses pendidikan yang praktis, di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga yang dilakukan di alam terbuka dalam bentuk kegiatan yang menarik, menantang, menyenangkan, sehat, teratur dan terarah, dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya adalah terbentunya watak, kepribadian dan akhlak mulia[3]. Pendidikan Kepramukaan bagi anggota dewasa melalui beberapa tahapan yang harus dilalui diantaranya; Kursus Pembina Mahir Dasar (KMD), Kursus Pembina Mahir Lanjutan (KML), Kursus Pelatih Dasar (KPD), dan Kurus Pelatih Lanjutan (KPL). 
Rencana Tindak Lanjut atau yang biasa disebut dengan RTL ini adalah produk karya tulis sebagai pembina Pramuka setelah mengikuti KMD (Kursus Pembina Pramuka Mahir tingkat Dasar).  Setelah mengikuti KMD, seorang pembina harus melakukan pemantapan lanjutan untuk menjadi seorang Pembina Mahir, dan menuangkan rencana tersebut dalam sebuah action plan. Rencana ini berupa perencanaan kegiatan perorangan dan merupakan tali pengikat peserta KMD atas komitmen dan pengabdiannya terhadap masyarakat melalui Gerakan Pramuka. Penulis sendiri juga telah benar-benar melaksanakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) ini di MI Al-Ma’arif 09 Randuagung yang beralamat di Jl. Raya Randuagung V/11  Singosari tersebut. Seperti yang telah kita ketahui kepramukaan adalah proses pendidikan dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan. Oleh karena itu dalam portofolio ini membahas tentang Rencana Tindak Lanjut (RTL) di MI Al-Ma’arif 09 Randuagung.

1.2 Dasar Hukum

1.      Undang-Undang nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.
2.      Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 283 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka
3.      Keputusan Presiden RI nomor 24 tahun 2009 tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
4.      Keppres RI No.104 tahun 2004 tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
5.      Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 086 tahun 2005 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
6.      Keputusan Ketua Kwartir Nasional gerakan Pramuka No. 090 Tahun 2001 Tentang Panduan Khusus Pembina Pramuka Mahir

1.3   Tujuan

Rencana Tindak Lanjut ini disusun sebagai pedoman kegiatan Kepramukaan yang dilaksanakan di Gugus Depan 02-017 dan sebagai tindak lanjut keikutsertaan dalam kursus pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar. Setelah mengikuti KMD, diharapkan segala dedikasi, motivasi, kegiatan, dan komitmen dapat dipertahankan dan ditingkatkan. dituangkan dalam RTL sebagai berikut:
1.      Pengikat peserta KMD atas komitmen dan pengabdiannya terhadap masyarakat melalui Gerakan Pramuka;
2.      Memberi bekal pengetahuan dasar dan pengakaman praktis membina pramuka melalui kepramukaan dalam satuan pramuka.
3.      Untuk melihat hasil sejauh mana pembina mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dalam kegiatan KMD yang diterapkan kepada anak didik di Gugus Depannya masing-masing;
4.      Meningkatkan kepercayaan diri
2.      Sebagai salah satu pedoman pelaksanaan kegiatan kepramukaan di pangkalan MI Al- Ma’arif 09 Randuagung- Singosari
3.      Sebagai arah kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan di pangkalan MI Al- Ma’arif 09 Randuagung- Singosari
4.      Untuk memenuhi persyaratan memperoleh sertifikat  setelah mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD).
5.      Untuk memberi bekal pengetahuan dan pengalaman.

1.4  Ruang Lingkup

1.      Materi dan praktek bentuk-bentuk barisan
2.      Materi dan praktek morse(kode/tulisan dan peluit)
3.      Materi Tekpram (sandi-sandi)
4.      Kebersihan Lingkungan Gugus Depan

 
 

BAB II

PROFIL GUGUS DEPAN
                

MI Al- Ma’arif 09 Randuagung- Singosari terletak di Kabupaten Malang, di Jl. Raya Randuagung V/11  Singosari. Di MI Al- Ma’arif 09 Randuagung jumlah peserta didik yang mengikuti pramuka sebanyak 28 anak dari kelas III dan kelas V. Daftar nama peserta didik tercantum dalam lampiran. Rata-rata siswa mempunyai keseriusan dan ketekunan dalam pramuka, hal ini ditunjukkan dengan rata-rata diantara mereka mempersiapkan buku pramuka, SKU, dan buku saku pramuka. Mereka mempunyai semangat yang tinggi dalam mengikuti setiap kegiatan. Dalam hal kedisiplinan, sebagian besar peserta didik datang tepat waktu meskipun beberapa terlambat.
Kegiatan pramuka di MI Al- Ma’arif 09 Randuagung juga didukung dengan sarana dan prasarana yang sudah memadai, serta keadaan lingkungan geografisnya yang strategi. MI Al- Ma’arif 09 Randuagung mempunyai halaman yang cukup luas dan dapat dibuat sebagai upacara atau sekedar permainan edukatif outdoor, selain itu MI Al- Ma’arif 09 Randuagung dekat dengan lapangan yang cukup luas.
Pramuka di MI Al- Ma’arif 09 Randuagung dilaksanakan pada hari Sabtu atau Minggu. Jika hari Sabtu, pramuka diselenggarakan setelah kegiatan belajar mengajar, yaitu sekitar jam 11.00 siang. Jika hari Minggu, pramuka diselenggarakan pada jam 08.00 pagi.  Alokasi waktu dalam kegiatan ini sekitar 1,5 sampai 2 jam.

BAB III

RENCANA TINDAK LANJUT

3.1  Pengertian

Berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia (1999:833) kata rencana bersinonim dengan rancangan, rangkaian, atau konsep. Sedangkan kata tindak (1999;1058) berarti langkah, perbuatan. Kata tindak lanjut (1999:563) bermakna langkah selanjutnya. Jadi rencana tindak lanjut berarti suatu rancangan langkah selanjutnya.
Berdasarkan beberapa padanan kata tersebut Rencana Tindak Lanjut adalah rangkaian perencanaan program/kegiatan yang akan dilaksanakan pada beberapa waktu kedepan setelah mengikuti kegiatan Kursus Pembina Mahir Tingkat Dasar (KMD).

3.2  Rencana Tindak Lanjut Kegiatan

Rencana Kegiatan  yang akan dilaksanakan terhadap peserta didik Madrasah Ibtidaiyah Al-Ma’arif 09 Randuagung Tahun Ajaran 2013/2014 seperti dibawah ini.

PROGRAM LATIHAN MI AL-MA’ARIF 09 RANDUAGUNG
TAHUN AJARAN 2013-2014

NO.
JENIS KEGIATAN
MINGGU KE-
1
2
3
4
5
6
1
Dasa Darma Pramuka dan Bentuk Barisan
ü





2
Sandi Morse

ü




3
Lambang pramuka dan Sandi Merah Putih


ü



4
Latihan Gabungan se-kecamatan Singosari



ü


           
*Rincian program latihan terdapat di lampiran




Realisasi kegiatan di Madrasah Ibtidaiyah Al-Ma’arif 09 Randuagung sebagai berikut:

Materi Dasa Darma Pramuka dan Bentuk Barisan
Pelaksanaan     : Terlaksana
Tanggal           : 2 Maret 2014
Tempat            : Madrasah Ibtidaiyah Al-Ma’arif 09 Randuagung

Materi Tekpram (Sandi Morse)
Pelaksanaan     : Terlaksana
Tanggal           : 9 Maret 2014
Tempat            : Madrasah Ibtidaiyah Al-Ma’arif 09 Randuagung
                                                           
Materi Lambang pramuka dan Sandi Merah Putih
Pelaksanaan     : Terlaksana
Tanggal           : 23 Maret  2014
Tempat            : Madrasah Ibtidaiyah Al-Ma’arif 09 Randuagung




BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Kegiatan yang akan dilaksanakan yang merupakan action plan yang menjadi acuan dalam melaksanakan kegiatan kepramukaan di gugusdepan.Karena berfungsi sebagai acuan,Rencana Tindak Lanjut ini memberikan arahan pembina dalam melangkah dan melaksanakan kegiatan kepramukaan di pangkalan atau gugusdepan yang dibinanya untuk masa-masa selanjutnya.
Kegiatan pramuka di setiap gugusdepan harus diselenggarakan dengan perencanaan,pelaksanaan,dan evaluasi yang ngan baik agar dapat mencapai hasil dan tujuan yaitu membentuk Pramuka-pramuka Indonesia yang mandiri,berkarakter,dan berjiwa patriot pancasila,serta ber-ketuhanan Yang Maha Esa.

4.2   Saran-saran

Karya tulis ini merupakan hasil dari perencanaan yang akan dilaksanakan pembina dalam melaksanakan kegiatan di gugus depan. Setiap langkah kegiatan kepramukaan harus sesuai dengan rencana yang sudah disiapkan secara matang.karena perencanaan yang matang dan teranalisis dengan teliti diharapkan mampu menciptakan hasil yang terarah,maksimal dan sesuai harapan baik harapan pribadi,harapan gugus depan dan harapan Gerakan Pramuka Indonesia.




DAFTAR PUSTAKA


Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka tahun 2009.
Departemen  Pendidikan Nasional. 2009. Panduan Pelaksanaan Kepramukaan di Sekolah Dasar. Direktorat Pendidikan Dasar: Jakarta.
Kwarnas. 2007. Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka. Kwarnas Gerakan Pramuka Jakarta.
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. 2011.  Bahan Serahan KursusPembina: Pramuka Mahir Tingkat Dasar. Jakarta: Kwartir Nasional.
Pendidikan dan Kebudayaan. 1999. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka Jakarta.
Syarat Kecakapan Umum (SKU) Penggalang.


[1] Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,  Bahan Serahan KursusPembina: Pramuka Mahir Tingkat Dasar (Jakarta: Kwartir Nasional, 2011), hlm.19
[2] Pasal 5 AD Gerakan Pramuka
[3] ART GP Pasal 8 Ayat 1

Allahu a'lam

Saturday, December 20, 2014

Tarikh Aruwah



Tarikh Al-Ruwah merupakan salah satu cabang dari ilmu Rijalul Hadits, yang di dalam Rijalul Hadits tersebut memuat dua ilmu yaitu Tarikh Al-Ruwah itu sendiri dan ilmu jarhi wat Ta’dil. Secara etimilogis Tarikh ar-ruwah merupakan idhofah dari kata al-Rawi berarti para perawi. Tarikh yang artinya sejarah al-Ruwah yang merupakan jama’sehingga diperoleh dan diketahui informasi mengenai semua rawi yang menerima dan menyampaikan hadits ( baik dari kalangan sahabat, tabi’in, tbi’ at-tabi’in dan mukharij al- hadits). jadi tarikh al-Ruwah ialah  Ilmu yang mengenalkan kepada kita akan perawi-perawi hadits dari segi mereka meriwayatka hadits, ilmu ini menerangkan keadaan-keadaan perawi, hari kelahirannya, kewafatannya, guru-gurunya, masa dia mulai mendengar hadits dan orang-orang yang meriwayatkan hadits dari padanya negrinya, tempat kediamannya, perlawatan-perlawatannya, sejarah kedatangannya ke tempat-tempat yang dikunjungi dan segala yang berhubungan dengan urusan hadits.[1]
Ilmu tarikh ar-ruwah, ialah:
اَلْعِلْمُ الَّذِيْ يُعَرِّفُ بِرِوَايَةِ الْحَدِيْثِ مِنَالنَّاحِيَةِ الَّتِيْ تَتَعَلَّقُ بِرِوَايَتِهِمْ لِلْحَدِيْثِ.
Artinya:
“Ilmu untuk mengetahui para perawi hadis yang berkaitan dengan usaha periwayatan mereka terhadap hadis.”
Ilmu ini mempelajari keadaan dan identitas para perawi,seperti kelahirannya, wafatnya,guru-gurunya, orang yang meriwayatkan hadis darinya, tempat tinggal mereka, tempat mereka mengadakan lawatan.[2]
Menurut pendapat lain Ilmu tarikh ar- Ruwwah ialah ilmu untuk mengetahui para perwai Hadis yang berkaitan dengan usaha periwayatan mereka terhadap hadits.Dengan ilmu ini akan diketahui keadaan dan identitas para perawi, seperti kelahirannya, wafatnya, guru-gurunya, masa atau waktu mereka mendengar hadits dari gurunya, siapa yang meriwayatakan hadits darinya, tempat tinggal mereka, tempat mereka mengadakan lawatan, dan lain-lain. Sebagai bagian dari ilmu Rijal al- Hadits, ilmu ini mengkhususkan pembahasanya secara mendalam pada sudut kesejarahan dari orang-orang yang terlibat dalam periwayatan.
Menurut Dr. Muhammad ‘Ajjaj Al-Ajjaj Al-Khathib menta’rifkan Ilmu Tawarihi’r-Ruwah itu ialah :”Ilmu untuk mengetahui para rawy dalam hal-hal yang bersangkutan dengan meriwayatkan Hadits. Karena itu ia mencakup keterangan tentang hal ihwal para  rawy, tanggal lahir, tanggal wafat, guru-gurunya, tanggal kapan mendengar dari guru-gurunya, orang-orang yang berguru kepadanya, kota dan kampung halamannya, perantauannya, tanggal kunjungannya ke negeri-negeri yang berbeda-beda, mendengarnya Hadits dari sebagian guru sebelum dan sesudah ia lanjut usia dan lain sebagainya yang ada hubungannya dengan masalah perhaditsan.” [3]
Jadi ilmu tarikh ar- ruwah ini merupakan senjata yang ampuh untuk megetahui keadaan rawi yang sebenarnya,

2.2       Metode yang digunakan para penyusu dalam menyusun karya tentang            sejarah para perawi 
Ada berbagai macam jalan yang ditempuh para pengarang sejarah perawi hadits diantaranya[4]:
1.      Berdasarkan tingkatan – tingkatan (thaqabatMembahas keadaan para perawi tingkat demi tingkat, atau generasi demi generasi. Satu tingkatannya mencerminkan sejumlah perawi yang hidup dalam masa yang hampir bersamaan. Kitab-kitab thaqabat terkemuka adalah : ath-Thabaqat Al-Kubra ( karya Muhammad ibn Sa’d (168-230 H) dan Thabaqat Ar-Ruwat ( karya Khalifah ibn Khayyath al –‘Ushfuriy)
2.      Berdasarkan tahun
Menyebut tahun wafat seorang perawi, lalu menyebut biografinya dan berita-berita lain tentang perawi itu. Ini jelas tampak dalam Tarikh al-Islam karya adz-Dzahabiy.
3.       Menyusun sejarah perawi secara Alfabetis.
Jenis semacam ini memberikan kemudahan bagi penelitian. Dari jenis ini, yang mula-mula sampai ke tangan kita adalah al-tarikh al – kabir karya Imam Muhammad Ibn Isma’il al-bukhari (194-256 H)
4.      Berdasarkan nama-nama negeri tempat para perawi.Penyusun akan menyebutkan nama-nama ulama’ suatu negeri dan ahli-ahli yang masuk (singgah) kedalamnya. Kadang-kadang orang yang meriwayatkan dari ulama-ulama’ itu juga disebutkan. Biasanya penyusun mengawalinya dengan menyebutkan :
a)      keutamaan-keutamaan negeri yg bersangkutan.
b)      Menyebutkan sahabat-sahabat yang tinggal disana atau pernah singgah         atau pernah lewat.
c)      Menyebut ulama-ulama lain secara alfabetis.

Diantara kitab yang paling tua dalam bidang ini adalah Tarikh Naisabur karangan Al Hakim ( 321-405 H ).
Para Ulama tidak saja meriwayatkan sejarah perawi-perawi lelaki, bahkan meriwayatkan juga sejarah perawi-perawi wanita yang telah menjadi pengembang-pengembang hadits, seperti Aisyah dan istri-istri nabi yang lain.
Ilmu inilah yang dinamakan ilmu Tarikh dan ada pula yang menamakan Tarikh Al-Ruwah. Ilmu ini hampir sama dengan ilmu thobaqot dan ilmu jarah dan ta’dil. Tetapi di dalam buku karangan Hasbi Ash-Siddiqi menjelaskan perbedaan diantara ilmu-ilmu tersebut.[5]
2.3  Faidah ilmu Tarikh Al Ruwah
   Ilmu ini berkembang bersama dengan berkembangnya ilmu riwayah. Perhatian para ulama dalam membahas ilmu ini didorong oleh suatu maksud untuk mengetahui dengan sebenarnya hal ikhwal para perawi hadits. Atas motif tersebut mereka menanyakan kepada para perawi yang bersangkutan mengenai umur dan tanggal kapan mereka dilahirkan, dimana domisili mereka dan kapan mereka menerima hadits dari guru mereka, disamping para ulama tersebut meneliti tentang identitas para perawi itu. 
Mengetahui tanggal lahir dan wafatnya para perawi adalah sangat penting untuk menolak pengakuan seorang perawi yang mengaku pernah bertemu dengan seorang guru yang pernah memberikan hadits kepadanya, padahal setelah diketahui tanggal lahir dan wafat gurunya, mungkin sekali mereka tidak saling bertemu, disebabkan kematian gurunya mendahului dari pada kelahirannya. Jika demikian halnya, maka hadits yang mereka riwayatkan itu sanadnya tidak bersambung. Dengan kata lain faidah mempelajari ilmu Tarikh Al Ruwah itu alah mengetahui muttasil atau munqatinya sanad hadits dan untuk mengetahui marfu’ atau mursalnya pemberian hadits.
            Mengetahui kampung halaman perawi juga besar faidahnya. Yaitu untuk membedakan perawi-perawi yang kebetulan sama namanya akan tetapi berbeda marga dan kampung halamannya. Sebab sebagaimana diketahui banyak perawi-parawi itu banyak yang namanya bersamaan, akan tetapi tempat tinggal mereka berbeda. Tampak faidahnya pula dalam hal ini apabila perawi yang namanya sama itu sebagiannya ada yang tsiqah, sehingga dapat diterima haditsnya, sedang sebagian yang lain adalah tidak tsiqah yang menyebabkan harus ditolaknya hadits tersebut.

2.4  Kitab-kitab Tarikh Al Ruwah
            Adapun kitab-kitab Tarikh Al Ruwah yang harus diketahui oleh penggali sunah Rasululallah antara lain ialah:
1.      At Tarikhul kabir, karya imam Muhammad ibn Isma’il Al Bukhori 194-252H. Dalam kitab tersebut menerangkan biografi dari guru-gurunya yang pernah memberikan hadits kepadanya, baik dari golongan tabi’in maupun sahabat sampai berjumlah kurang lebih 40.000 orang. Baik mereka laki-laki ataupun perempuan, baik mereka yang tsiqah maupun ghoiru tsiqah. Nama-nama perawi itu disusun secara alfabetis, akan tetapi nama yang pertama ditaruh pada bab pendahuluan adalah nama yang menggunakan Muhammad. Setiap nam dijadikan satu bab dan disusun secara alfabetis atau arabiyah dengan mengutamakan nama leluhurnya. Kitab tersebut terdiri dari 4 jilid besar-besar. Pada cetakan Haiderabad tahun 1362 H, kitab tersebut dijadikan 8 jilid. 
2.       Tarikh Nisabur, karya imam Muhammad bin Abdullah Al Hakim An Nisabury ( 321-405 H ). Kitab ini merupakan kitab Tarikh yang terbesar dan banyak faidahnya bagi para fuqoha’. Hanya saja kitab ini telah hilang. Ia hanya ditemukan dalam koleksi cuplikan yang terdiri dari beberapa lembar.
3.      Tarikh Bagdad, karya Abu Bakar Ahmad Ali Al Bagdady, yang terkenal dengan nama Al khatib Al Bagdady ( 392-463 H ). Kitab yang besar faidahnya ini memuat biografi darri ulama-ulama besar dalam segala bidang ilmu pengetahuan sebanyak 7831 orang dan disusun secara alfabetis. Perawi-perawi yang tsiqah, lemah dan yang ditinggalkan haditsnya dimasukkan semuanya di dalam kitab ini. Ia terdiri dari 14 jilid dan dicetak di kairo pada tahun 1349 H ( 1931 M ).[6]

Selain kitab-kitab tersebut di atas masih banyak lagi kitab-kitab Tarikh Al Ruwah, antara lain Al Ikmal firaf’il-ibtiyab ‘anil mu’talif wal mukhtalif, karya Al Amir Al Hafidz Abi Nashr ‘Ali bin Hibatillah bin Ja’far yang terkenal dengan nama Ibnu Ma’kula Al Bagdady. Ada juga kitab Tahdzibul Kamal fi asmair-rijal, karya Al Hafidz Jamaludin Abil Hajjad Yusuf Al Mizay Ad-dimasyqy ( 654-742 H ).

Tarikh yang tertua adalah Tarikh Naisabur karya Imam Muhammad ibn Abdillah al-Hakim al-Naisaburiy (321-405H) yang merupakan karya terbaik dan paling sering digunakan ulama dan Tarikh Baghdad karya Abu Bakar Ahmad ibn Ali al-Baghdadiy yang lebih dikenal dengan nama al-Khatib al-Baghdadiy (392 – 463 H) yang merupakan kitab yang paling agung dan paling bermanfaat. 


[1] dr.M.’Ajaj  al-khathib,. Ushul al hadist,. Hal : 227
[2]  Suparta, Munzier.2002, Ilmu Hadis
[3] Muh. Zuhri, Hadis Nabi
[4] dr.M.’Ajaj  al-khathib,. Ushul al hadist
[5]dr.M.’Ajaj  al-khathib,. Ushul al hadist
[6] dr.M.’Ajaj  al-khathib,. Ushul al hadist

allahu a'lam

Saturday, November 29, 2014

kunci sandi morse

untuk mempermudah menghafal sandi morse, maka diperlukan kunci ini.





semoga dapat mempermudah teman-teman.
sumber:infojempol.blogspot.com

waallahu a'lam